Nama : ADHITYA WISNU SAMUDRA
NPM : 20319147
Kelas : 1TB03
ILMU BUDAYA DASAR
TOKOH INSPIRASI
COLONEL
HARLAND SANDERS
HARLAND DAVID “ COLONEL “ SANDERS sang pendiri restoran cepat saji yang
terkenal diseluruh dunia bahkan sangat popular di Negara tercinta kita Indonesia,
KFC ( Kentucky Fried Chicken) sudah sangat tidak asing namanya bukan? Yap, ini
adalah restoran yang didirikan oleh Harland David Colonel sanders atau yang
biasa kita kenal dengan Colonel Harland Sanders. Lahir di Indiana, Amerika pada 9 September 1890, Kolonel
Harland Sanders, sang pendiri KFC (Kentucky Fried Chicken) memiliki perjalanan
inspiratif menuju kesuksesannya. Setiap harinya, ayam goreng resep Kolonel bisa
dinikmati lebih dari satu miliar di seluruh dunia. Namun siapa sangka, dibalik kesuksesannya
tersebut, Kolonel sempat berprofesi sebagai kuli hingga tukang parkir. pada
saat bekerja sebagai kuli, Kolonel Harland Sanders hanya mendapat upah tidak
lebih dari enam belas sen. Selain itu, ia juga pernah bekerja sebagai tukang
parkir. Di tahun 1906, ia kemudian masuk tentara angkatan darat dan dikirim ke Kuba,
hingga dirinya pensiun.
Di masa pensiunnya, Kolonel hidup dengan
mengandalkan uang pensiunan. Namun itu tidaklah cukup, sampai akhirnya ia
bergabung menjadi tim pemadam kebakaran kereta api. Pada masa–masa itu juga, ia
belajar hukum melalui koresponden, dan terus menggali kemampuannya hingga ia
memperoleh ijazah di bidang hukum. Meski sudah sering menangani kasus di
beberapa pengadilan di Little Arkansas, namun ia merasa penghasilannya sangat
jauh dari standar. Sampai-sampai ia berpikir bahwa ijazah yang telah
diperolehnya tidak ada gunanya. Ia pun kemudian meninggalkan profesi pengacara
dan membuka sebuah stand untuk servis
mobil pada tahun 1929 di Corbin, Kentucky.
Suatu hari, seorang
penjual asongan berkata bahwa di kota ini tidak ada rumah makan yang bagus,
sehingga siapa pun bisa makan di dalamnya dengan nyaman. Harland Sanders
mengiyakan pendapat itu.
Dalam benaknya bergejolak keinginan untuk mendirikan sebuah rumah makan. Tidak satu pun orang yang tahu kalau komentar pedagang asongan tersebut akan menjadi satu titik dalam kehidupan Kolonel Harland Sanders yang kemudian akan mengubah nasibnya. Rumah makan tersebut melahirkan sebuah gebrakan dalam menyajikan menu makanan tercepat. Kolonel Harland Sanders waktu itu mengatakan, sungguh, sepintas ia pernah berpikir bahwa sesuatu yang paling mengesankan yang pernah ia lakukan di masa silam adalah memasak. "Sebagaimana saya ketika menjual apa yang saya masak, maka masakan saya pasti tidak akan lebih jelek dari masakan para pemilik rumah makan yang ada di kota iní," ungkapnya.
Dalam benaknya bergejolak keinginan untuk mendirikan sebuah rumah makan. Tidak satu pun orang yang tahu kalau komentar pedagang asongan tersebut akan menjadi satu titik dalam kehidupan Kolonel Harland Sanders yang kemudian akan mengubah nasibnya. Rumah makan tersebut melahirkan sebuah gebrakan dalam menyajikan menu makanan tercepat. Kolonel Harland Sanders waktu itu mengatakan, sungguh, sepintas ia pernah berpikir bahwa sesuatu yang paling mengesankan yang pernah ia lakukan di masa silam adalah memasak. "Sebagaimana saya ketika menjual apa yang saya masak, maka masakan saya pasti tidak akan lebih jelek dari masakan para pemilik rumah makan yang ada di kota iní," ungkapnya.
Ia memulai dari sebuah ruangan kecil, yaitu
sebuah gudang di belakang stand pelayanan mobilnya. Ia telah mengubahnya
menjadi sebuah rumah makan kecil yang menjual ayam goreng dan sayur segar. Rumah
makan Kolonel Harland Sanders begitu terkenal. Untuk membuka rumah makan, ia
tidak merasa kesulitan, yaitu hanya dengan menutup pom bensinnya dan
mengubahnya menjadi sebuah rumah makan yang ia beri nama “Café Sanders”.
Pada tahun 1930, usahanya semakin berkembang. Rumah makannya kini
dipenuhi seratus empat puluh dua orang. Mengingat cintanya terhadap
pengembangan dan pendidikan yang terus menerus dalam hal apa pun, akhirnya ia
mengikuti sebuah pelatihan tentang manajemen rumah makan dan hotel selama
delapan minggu di Universitas Cornell. Kolonel Harland Sanders adalah seorang
penggemar ayam goreng, hanya saja tidak memakai cara klasik, yaitu dengan
memakai minyak yang tidak bisa menghasilkan rasa seperti yang diinginkannya.
Pada tahun 1939, ia menemukan cara jitu untuk menggoreng ayam.
Salah satu hal yang membantu penemuan
barunya tersebut adalah penemuan pressure cooker atau panci bertekanan yang
dapat menghasilkan ayam lezat dan segar dalam waktu sepuluh detik dengan cara
dikukus di atas uap. Cara tersebut sangat baik sebab tanpa menghilangkan rasa
dan bau serta tidak menggunakan minyak. Setiap tahun, Kolonel Harland Sanders
selalu melakukan percobaan untuk ayam gorengnya hingga akhirnya ia menemukan
resep spesial ayam goreng yang terdiri dari rempah–rempah dan bumbu–bumbu yang
dikenal dengan ‘Sebelas bumbu rahasia KFC.’
Pada tahun 1949, Harland Sanders menerima
pangkat kolonel berkat keberhasilannya di wilayah Kentucky. Akan tetapi, Harland
Sanders lebih suka dipanggil bisnisman. Pada tahun
1953, Harland Sanders mendapat tawaran untuk menjual rumah makannya dengan
harga seratus enam puluh empat ribu dolar. Meski jumlah ini sangat menggiurkan,
akan tetapi Harland Sanders menolaknya. Selang
beberapa tahun, tata letak kota Kentucky mengalami perubahan, sehingga rumah
makannya tidak lagi strategis dan menarik pengunjung. Inilah yang menjadi sebab
kenapa dia terpaksa menjualnya melalui pelelangan terbuka dengan harga tujuh
puluh lima ribu dolar. Jumlah ini belum cukup untuk membayar hutang–hutangnya.
Sang Kolonel memutuskan untuk pensiun. Dia mendapatkan uang sejumlah seratus
lima dolar dari jaminan sosial milik Harland Sanders sendiri dan juga milik
istrinya. Meski dengan kondisi jiwa yang remuk dan serba kekurangan, akan
tetapi Harland Sanders tidak menyerah.
Harland Sanders mencoba menjual resep ayam
goreng ala KFC ke rumah makan di wilayah Outta, AS. Ia mencoba menawarkan
resepnya. Harland Sanders turun ke pasar–pasar untuk mempromosikan ide
penjualan ayam KFC-nya, meski sudah tua dan terserang penyakit rematik. Harland
Sanders terkadang tidur di dalam mobil demi mencukupi pembayaran hotelnya.
Selama dua tahun berkeliling, Harland Sanders hanya dapat memuaskan lima rumah
makan saja. Resep ayam yang ia tawarkan lebih banyak di tolak dan ditertawakan.
Selama dua tahun berkeliling menawarkan resepnya ada lebih dari 1000 penolakan
yang ia terima. Tanpa kenal menyerah dan yakin akan berhasil, ia terus
berusaha.
Akhirnya resep ayam gorengnya banyak di
sukai oleh masyarakat Amerika ketika itu. Perjuangannya yang tak mengenal lelah
terbayar dengan lakunya resep ayam gorengnya. Hingga ketika usia kolonel
Harland Sanders menginjak usia tujuh puluh tahun, jumlah rumah makan yang
menjadi bagian dari franchise KFC-nya
mencapai dua ratus tempat, di USA dan Kanada. Setelah mencapai jumlah ini,
Harland Sanders berhenti berkeliling karena banyak orang yang datang ke tempat
tinggalnya untuk berkonsultasi. Akhirnya, dia sepenuhnya membantu sang istri
untuk meracik resep makanan yang terdiri dari beberapa jenis tanaman
rempah–rempah dan bumbu–bumbu. Ia lalu menjualnya memalui pos. Hingga sekarang,
resep tersebut tidak diketahui kecuali segelintir orang yang tidak melebihi
jumlah jari satu tangan.
Pada tahun 1963, jumlah rumah makan yang
berada di bawah franchise KFC-nya mencapai enam ratus tempat. Jumlah tersebut
terlalu banyak dan tidak mungkin dia memikulnya sendiri. Oleh karena itu,
Harland Sanders memutuskan untuk menjual bisnis waralaba KFC-nya kepada Jhon
Brown Junior dan seorang milyuner, Jack Mass seharga satu juta dolar. Selain
itu, darinya Sanders juga mendapat gaji setiap bulan seumur hidup sebesar empat
puluh ribu dolar (kemudian mengalami kenaikan menjadi tujuh puluh lima ribu
dolar) sebagai ganti dari peranannya sebagai konsultan, iklan yang telah dia
publikasikan, dan jabatannya sebagai direktur utama perusahaan.
Kolonel Harland Sanders meninggal pada
tahun 1980 dan dimakamkan di Louisville. Pada tahun 1982, bisnis waralaba KFC
menjadi bagian dari anak perusahaan Reynolds dan pada tahun 1986, KFC dibeli
oleh perusahaan Pepsi Cola dengan harga delapan ratus empat puluh juta dolar. Pada
tahun 1995, jumlah rumah makan tersebut mencapai sembilan ribu. Pegawainya
mencapai tujuh ratus lima puluh ribu orang di sembilan puluh dua negara sedunia
pada tahun 2005.Tak ada kata terlambat untuk memulai usaha walaupun di usia
sangat tua. Itulah yang dibuktikan oleh Kolonel Harland Sanders. Kisah
inspiratif jatuh bangun dalam berusaha dari pendiri KFC ini sangat patut untuk
disimak.


Komentar
Posting Komentar